Seiring kompleksnya teknologi yang digunakan, semakin tinggi risiko ancaman siber terhadap sistem dan aplikasi bisnis ini.
Beberapa bisnis mengalami serangan siber ini akibat celah keamanan atau vulnerability yang tidak dideteksi dan ditangani dengan baik.
Untuk mencegah hal ini, Anda perlu menerapkan siklus vulnerability management atau vulnerability management lifecycle. Dengan siklus ini, Anda bisa menjaga keamanan sistem IT perusahaan secara berkelanjutan.
Pentingnya Menerapkan Siklus Vulnerability Management
Dengan menerapkan proses vulnerability management yang terstruktur, Anda dapat mengurangi risiko serangan siber secara signifikan dan menjaga stabilitas sistem.
1. Kerentanan Terus Berkembang Seiring Perubahan Sistem
Setiap pembaruan aplikasi, penambahan server, atau perubahan konfigurasi berpotensi menimbulkan celah baru.
Tanpa adanya manajemen kerentanan sistem yang berkelanjutan, celah ini bisa menjadi pintu masuk serangan.
2. Pencegahan Serangan Sebelum Dieksploitasi Attacker
Penerapan vulnerability management mempermudah Anda untuk mendeteksi celah lebih awal sebelum dimanfaatkan oleh attacker.
3. Kepatuhan terhadap Standar dan Regulasi Keamanan
Bisnis harus mematuhi standar keamanan seperti ISO 27001. Ini membuat Anda perlu mengelola kerentanan bisnis secara rutin, salah satu caranya adalah dengan menjalankan vulnerability management lifecycle.
Baca juga: 6 Standar Penilaian Kerentanan Sistem yang Harus Anda Ikuti
Siklus Vulnerability Management
Supaya berjalan efektif, Anda perlu menerapkan proses vulnerability management secara terstruktur dan rutin untuk melindungi sistem secara menyeluruh.
1. Identifikasi Aset dan Kerentanan

Pertama, Anda perlu melakukan inventarisasi seluruh aset, mulai dari server, aplikasi, hingga jaringan yang digunakan bisnis. Setelah itu, Anda menentukan mana saja aset yang perlu diprioritaskan berdasarkan dampaknya terhadap operasional.
2. Proses Scanning Kerentanan

Selanjutnya, Anda perlu melakukan scanning dengan berbagai tools untuk mendeteksi kerentanan dari sisi software, konfigurasi, maupun patch yang belum diterapkan.
Melalui siklus vulnerability management, tim Anda bisa menjaga keamanan sistem IT perusahaan secara berkelanjutan. Proses ini juga perlu dilakukan secara berkala agar hasilnya tetap relevan.
3. Analisis dan Prioritisasi Risiko

Tidak semua kerentanan memiliki tingkat risiko yang sama. Pada tahap ini, Anda perlu menganalisis kerentanan berdasarkan dampak dan kemungkinan eksploitasi.
Pendekatan ini menjadi inti dari vulnerability assessment dan remediation agar Anda bisa memprioritaskan perbaikan kepada area yang tepat.
4. Remediasi Kerentanan

Setelah memprioritaskan area tertentu, Anda perlu menerapkan perbaikan sistem dengan cara patch management atau konfigurasi ulang sistem.
Jika patch belum tersedia, Anda perlu menerapkan mitigasi sementara untuk menekan risiko. Tahap ini memastikan proses vulnerability management berjalan secara nyata.
5. Verifikasi dan Validasi

Setelah melakukan perbaikan, Anda perlu menguji ulang sistem internal untuk memastikan kerentanan ini benar-benar tertutup. Tahap verifikasi ini penting agar tidak ada celah yang tersisa dalam proses pengujian.
6. Monitoring dan Pelaporan Berkelanjutan

Tahap terakhir dalam siklus vulnerability management adalah pemantauan dan pelaporan secara rutin.
Dengan monitoring, Anda bisa mendeteksi perubahan kondisi keamanan secara real-time atau berkala.
Tahap ini menghasilkan laporan yang menjadi dasar evaluasi dalam vulnerability management lifecycle dan pengambilan keputusan manajemen.
Tantangan dalam Implementasi Vulnerability Management
Saat mengimplementasikan vulnerability management ini, Anda bisa saja menemukan sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi sejak awal.
1. Banyaknya Aset dan Kerentanan yang Harus Dikelola
Semakin besar lingkungan IT, semakin banyak aset dan kerentanan yang perlu dipantau. Tanpa proses vulnerability management yang rapi, tim Anda bisa kesulitan untuk fokus pada aset yang paling kritikal.
2. Keterbatasan SDM dan Skill Keamanan
Tidak semua perusahaan memiliki tim keamanan dengan kompetensi khusus vulnerability management. Keterbatasan ini sering menghambat proses vulnerability assessment dan remediation secara optimal.
3. Kesulitan Prioritisasi dan Koordinasi Tim
Saat ingin menentukan prioritas kerentanan, Anda perlu meningkatkan koordinasi antara tim IT, security, dan bisnis. Tanpa kolaborasi yang baik, mereka akan berpotensi mengabaikan keamanan sistem IT perusahaan.
Tips Menjalankan Siklus Vulnerability Management dengan Baik
Agar siklus vulnerability management berjalan efektif dan berkelanjutan, perusahaan perlu menerapkan beberapa praktik terbaik berikut.
1. Lakukan Scanning Secara Berkala dan Konsisten
Dengan scanning rutin, Anda bisa mendeteksi kerentanan sejak dini sebelum menjadi ancaman serius.
2. Gunakan Pendekatan Risk-Based
Fokuslah pada kerentanan dengan dampak terbesar terhadap bisnis. Dengan pendekatan ini, proses manajemen kerentanan sistem berjalan dengan lebih efisien dan tepat sasaran.
Baca juga: 5 Cara Melakukan Manajemen Kerentanan untuk Lindungi Bisnis
3. Integrasikan dengan Incident Response dan Patch Management
Vulnerability management akan lebih efektif jika terhubung dengan proses incident response dan patch management. Integrasi ini mempercepat vulnerability assessment dan remediation saat menemukan risiko siber.
4. Dokumentasi dan Evaluasi Berkelanjutan
Setiap temuan dan tindakan perbaikan perlu didokumentasikan dengan baik. Evaluasi rutin membantu meningkatkan kematangan proses vulnerability management dari waktu ke waktu.
Lindungi Sistem Bisnis Anda dengan Vulnerability Management yang Tepat
Itulah siklus vulnerability management yang perlu Anda terapkan secara konsisten untuk menjaga keamanan sistem IT perusahaan, data, dan reputasi bisnis.
Dengan proses ini, perusahaan bisa menghadapi ancaman siber secara proaktif untuk mencegah dampak yang serius.
Untuk menerapkan manajemen kerentanan sistem dengan rutin, percayakan urusan pengawasan ini kepada Digivoz. Sebagai salah satu penyedia jasa cyber security as a service, kami dapat menyusun strategi ketahanan yang lebih baik dan terintegrasi.
Tim ahli kami juga akan merekomendasikan solusi digital apa saja yang cocok dengan kebutuhan dan budget agar bisnis Anda siap menghadapi tantangan apapun di masa depan.
Segera hubungi kami sekarang atau isi form konsultasi berikut untuk mendapatkan layanan audit keamanan menyeluruh!