7 Perbandingan Open ERP dan Odoo: Mana yang Lebih Baik?

Sudahkah Anda mempertimbangkan sistem ERP unggulan yang ideal untuk bisnis modern? Di saat pasar menuntut proses yang serba cepat, Anda bisa mengandalkan sistem ERP untuk meningkatkan efisiensi dan pertumbuhan bisnis.

Dari banyaknya pilihan sistem yang tersedia, hadir Odoo ERP sebagai solusi yang cukup terkenal dan dimanfaatkan di sektor bisnis. Namun, tahukah Anda bahwa dahulu sistem ini dikenal dengan nama Open ERP?

Meskipun berasal dari akar yang sama, ada perbedaan mendasar antara Odoo ERP dan Odoo. Sebelum memutuskan menggunakan Odoo, mari kita pahami dahulu pengertian, manfaat, dan beberapa perbandingan Open ERP dan Odoo secara mendasar.

Apa Itu Open ERP?

Tampilan OpenERP

Sebagai versi pendahulu Odoo, Open ERP adalah sebuah sistem manajemen bisnis open-source yang dirancang untuk membantu mengelola berbagai aspek operasional bisnis, seperti penjualan, keuangan, inventaris, dan produksi.

Biasanya, solusi Open ERP ini cocok digunakan oleh bisnis yang membutuhkan sistem ERP sederhana dan tanpa fitur tambahan kompleks. Selain itu, mereka juga harus memiliki tim IT internal yang dapat mengelola implementasi dan pengembangannya.

Pengertian Odoo ERP

Sementara itu, Odoo ERP adalah versi terbaru dan lebih canggih dari Open ERP yang hadir. Ia unggul karena antarmukanya yang modern dan menyediakan lebih dari 10.000 aplikasi yang terintegrasi. 

Selain itu, Odoo ERP juga mendapatkan update rutin,  keamanan ekstra, dan dukungan resmi dari pihak Odoo maupun mitranya, salah satunya seperti Digivoz.

Odoo juga menyediakan dua pilihan versi, yaitu Community dan Enterprise sebagai versi berbayarnya. Ini membuat Odoo sangat cocok untuk berbagai tipe bisnis—dari startup, UKM, hingga enterprise besar.

Perbandingan Open ERP dan Odoo

Perbandingan open ERP dan Odoo ini dibedakan atas beberapa aspek, seperti modularitas, user interface, integrasi sistem, hingga implementasinya.

1. Modularitas

Open ERP hanya menawarkan modul-modul dasar, seperti akuntansi, penjualan, dan pembelian. Sementara itu, Odoo menyediakan ribuan aplikasi dan modul tambahan yang dikembangkan secara resmi maupun oleh penggunanya

Lebih menariknya lagi, penambahan modul baru ini bisa dilakukan dengan beberapa klik. Ini membuat sistem Odoo bersifat scalable sehingga dapat mengikuti kebutuhan bisnis yang berkembang.

2. User Interface

Tampilan dari Open ERP cenderung sederhana, bahkan terkesan kaku. Berbeda dengan sistem Odoo yang tampilannya lebih modern, responsif, dan intuitif. Ini membuatnya dipahami oleh pengguna dengan keterampilan non-teknis. Hal tersebut juga membuat proses adopsi dan pelatihan tim operasional bisnis akan berjalan lebih mudah.

3. Integrasi Sistem

Odoo ERP istimewa karena fitur integrasinya. Ini ditandai dengan setiap modulnya yang dapat diintegrasikan secara otomatis. Selain itu, Odoo juga menyediakan fitur API sehingga Anda dapat mengintegrasikannya dengan aplikasi eksternal dari pihak ketiga, seperti marketplace

Sayangnya, Open ERP cenderung kurang fleksibel dalam hal ini. Jika ingin melakukan integrasi, Anda harus menerapkan langkah tambahan atau dukungan teknis khusus.

4. Kustomisasi dan Fleksibilitas

Perbandingan Open ERP dan Odoo selanjutnya adalah fleksibilitasnya. Odoo memiliki komunitas global dan dokumentasinya yang lengkap. Manfaatkan kelengkapan ini untuk kustomisasi yang lebih mudah.

Walaupun Open ERP bersifat open-source, namun proses kustomisasinya cenderung rumit dan memerlukan skill pengembangan internal yang lebih tinggi.

5. Biaya dan Model Lisensi

Sistem Open ERP merupakan sistem open-source gratis sehingga Anda tidak perlu membayar biaya lisensi. Akan tetapi, Anda bisa saja dikenakan biaya custom serta implementasinya yang lebih tinggi karena harus membangun secara mandiri.

Selain versi yang gratis (Community), Odoo juga menyediakan versi Enterprise dengan berbagai kelebihan, salah satunya support resmi dari Odoo. Secara keseluruhan, biaya implementasi  Odoo akan lebih terjangkau dan scalable karena Anda hanya akan membayar fitur yang dibutuhkan.

6. Skalabilitas dan Dukungan Komunitas

Kini, Open ERP cenderung stagnan dengan komunitas yang lebih kecil dan aplikasi yang terbatas. Di sisi lain, Odoo memiliki komunitas global besar, ekosistem aktif, update rutin, dukungan aplikasi pihak ketiga, serta jaringan partner resmi di seluruh dunia. 

Berkat skalabilitasnya ini, Anda bisa menambah modul, user, hingga cabang bisnis baru dengan mudah. Selain itu, Odoo juga memberikan maintenance berkelanjutan.

7. Implementasi dan Penggunaan

Terakhir, Anda harus mengeluarkan lebih banyak waktu karena proses instalasi dan integrasi yang lebih panjang. Sementara itu, proses implementasi Odoo cenderung lebih singkat dan mudah.

Anda bisa memanfaatkan sistem demo terlebih dahulu dengan menggunakan versi Community. Saat bisnis Anda mengalami peningkatan kebutuhan, Anda bisa melakukan upgrade sistem dengan mudah. Berbeda dengan Open ERP yang tidak dilengkapi dengan dukungan resmi enterprise.

Tertarik Menggunakan Odoo ERP untuk Efisiensi Bisnis?

Itulah sejumlah perbandingan Open ERP dan Odoo yang harus Anda ikuti. Secara menyeluruh, Odoo ERP lebih unggul dalam segi fitur, penggunaan, fleksibilitas, hingga skalabilitasnya. Dengan begitu banyak kelebihan, Anda bisa mempercayakan Odoo ERP sebagai solusi yang tepat untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Tertarik untuk menggunakan Odoo? Percayakan Digivoz sebagai partner implementasi Odoo dalam bisnis Anda. Sebagai salah satu mitra resmi Odoo, kami siap membantu seluruh proses implementasi ERP ini–mulai dari konsultasi, pelatihan, proses migrasi data, hingga pemakaiannya secara real-time.

Bahkan, Digivoz juga menyediakan layanan after-sales yang responsif. Dengan ini, Anda dapat menghubungi kami kapan pun saat mengalami kendala dalam penggunaan Odoo ERP.

Siap transformasi bisnis Anda untuk operasional yang lebih efisien? Hubungi tim Digivoz sekarang dan konsultasikan kebutuhan bisnis Anda bersama kami.

Scroll to Top