5 Model IT Outsourcing yang Umum Digunakan dan Tips Memilihnya

Untuk menangani berbagai kebutuhan yang semakin kompleks, beberapa perusahaan menyerahkan sebagian besar urusan teknisnya kepada pihak luar, salah satunya seperti vendor IT outsourcing.

Selain menekan biaya, jasa ini juga membantu bisnis agar tetap lebih adaptif, tanpa perlu membangun tim internal dari nol.

Untuk mencapai hal ini, mereka menggunakan beberapa model IT outsourcing dengan karakteristik yang berbeda-beda. Mari pelajari setiap model outsourcing tersebut di artikel ini dan bagaimana tips memilihnya sesuai kebutuhan Anda.

Manfaat Menggunakan IT Outsourcing

Dengan pendekatan yang tepat, Anda bisa mendapatkan berbagai manfaat berikut saat menggunakan penyedia jasa IT outsourcing:

1. Hemat Biaya Operasional

Dengan menggunakan jasa IT outsourcing, Anda hanya perlu membayar biaya layanan sesuai kebutuhan. Hal ini membuat Anda tidak perlu lagi mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan rekrutmen, pelatihan, atau pengelolaan tim jangka panjang.

2. Akses ke Tenaga Ahli

Melalui IT outsourcing, Anda bisa langsung bekerjasama dengan tenaga profesional yang berpengalaman di bidangnya. Ini mempermudah Anda untuk mengimplementasikan teknologi terbaru secara nyata, tanpa perlu mengembangkan keahlian internal.

3. Proyek Lebih Cepat Berjalan

Vendor outsourcing biasanya sudah memiliki tim dan workflow yang siap digunakan. Alhasil, proses pengembangan atau implementasi sistem dapat berjalan lebih cepat dan terstruktur.

4. Fokus ke Bisnis Inti

Dengan menyerahkan urusan teknis ke pihak outsourcing, tim internal Anda bisa fokus untuk membuat strategi, inovasi, dan pengembangan bisnis sehingga operasional IT tetap berjalan tanpa mengganggu core process perusahaan.

Baca juga: 12 Alasan Bisnis Butuh IT Outsourcing untuk Efisiensi Proses

Model IT Outsourcing yang Umum Digunakan

Ada beberapa model IT outsourcing yang umum digunakan yang dibedakan dari karakteristiknya masing-masing.

Mari pelajari setiap model tersebut di bawah ini!

1. Project-Based Model

Project-Based Model

Model ini digunakan untuk proyek dengan scope dan durasi yang jelas, seperti pengembangan aplikasi atau implementasi sistem tertentu.

Di sini, vendor akan bertanggung jawab menyelesaikan proyek sesuai kesepakatan. Model ini cocok Anda gunakan untuk kebutuhan IT yang bersifat sementara dan spesifik.

2. Dedicated Team Model

Dedicated Team Model

Pada model ini, Anda akan mendapatkan tim IT khusus yang bekerja penuh untuk bisnis Anda–layaknya bagian dari tim internal–tapi tetap dikelola oleh vendor outsourcing. Model ini ideal untuk proyek jangka menengah hingga panjang.

3. Managed Services

Managed Services

Managed services fokus untuk mengelola sistem IT secara berkelanjutan. Di sini, vendor bertanggung jawab atas kebutuhan monitoring, maintenance, dan support harian sesuai SLA.

Model ini cocok Anda gunakan saat membutuhkan stabilitas dan keamanan sistem jangka panjang.

4. Staff Augmentation

Staff Augmentation

Dengan model IT outsourcing ini, Anda bisa menambah tenaga IT tertentu ke dalam tim internal. Model ini bersifat fleksibel karena Anda tetap memegang kendali proyek sementara vendor menyediakan sumber daya sesuai kebutuhan.

5. Offshore/Nearshore/Onshore

Offshore/Nearshore/Onshore

Model ini dibedakan berdasarkan lokasi vendor outsourcing.  Model Offshore menawarkan biaya lebih rendah, nearshore memudahkan komunikasi lintas zona waktu, sementara onshore memberikan kemudahan koordinasi secara langsung.

Perbedaan Setiap Model IT Outsourcing

Setiap model IT outsourcing memiliki perbedaan yang perlu dipertimbangkan sejak awal. Perbedaan ini biasanya terlihat dari durasi kerja, tingkat kontrol, dan struktur biaya.

Mari bandingkan semuanya dengan melihat tabel sederhana di bawah ini:

Aspek PerbedaanProject-BasedDedicated TeamManaged ServicesStaff Augmentation
Durasi KerjaJangka pendekJangka menengah–panjangBerkelanjutanFleksibel
Kontrol TimLebih banyak di vendorKolaboratifVendor dominanLebih banyak di internal
BiayaTetap per proyekBulananBerlanggananBerdasarkan resource

Kapan Bisnis Memerlukan Jasa IT Outsourcing?

Tidak semua perusahaan membutuhkan IT outsourcing secara permanen. Namun, pada kondisi di bawah ini, jasa IT outsourcing justru menjadi solusi paling efektif.

1. Tim Internal Terbatas

Outsourcing bisa menutup gap skill IT yang belum tim internal Anda miliki. Dengan bantuan mereka, operasional bisnis tetap berjalan tanpa harus menambah beban internal.

2. Proyek Bersifat Sementara

Untuk proyek jangka pendek, penggunaan IT outsourcing jauh lebih efisien dibandingkan merekrut karyawan baru. Setelah proyek selesai, Anda tidak perlu menanggung biaya lanjutan.

3. Butuh Keahlian Khusus

Beberapa teknologi membutuhkan skill yang sangat spesifik. Dengan menggunakan model IT outsourcing, Anda bisa memanfaatkan keahlian tersebut tanpa melalui proses belajar yang panjang.

Tips Memilih Model IT Outsourcing yang Tepat

Agar Anda bisa merasakan manfaat IT outsourcing secara maksimal, ikuti strategi pemilihan model IT outsourcing di bawah ini:

1. Sesuaikan dengan Kebutuhan Bisnis

Identifikasi dahulu kebutuhan IT bisnis Anda, apakah bersifat proyek, operasional harian, atau pengembangan jangka panjang? Ini mempermudah Anda untuk memilih model outsourcing yang lebih relevan dan efektif.

2. Tentukan Durasi dan Scope Kerja

Definisikan ruang lingkup pekerjaan dan durasi kerja bersama sejak awal. Hal ini akan meminimalisir risiko miskomunikasi dan pembengkakan biaya.

3. Perjelas Kontrak dan SLA

Susunlah kontrak dan Service Level Agreement (SLA) sebagai dasar kerja sama yang sehat. Pastikan dokumen ini mencakup tanggung jawab, target layanan, serta mekanisme evaluasi kinerja.

Baca juga: 4 Cara Memilih IT Outsourcing yang Tepat: Panduan dari Digivoz

Saatnya Memilih Strategi IT yang Tepat untuk Bisnis Anda

Itulah berbagai model IT outsourcing yang bisa Anda gunakan. Setiap model memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing sehingga Anda perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis Anda.

Sebagai alternatif yang serupa dengan IT outsourcing, Anda juga bisa berkonsultasi dengan IT consultant seperti Digivoz.

Kami menyediakan beberapa layanan yang selaras dengan praktik IT outsourcing pada umumnya, seperti cyber security as a service, jasa pembuatan aplikasi, serta implementasi AI dalam bisnis.

Segera isi form konsultasi berikut dan mulai proses transformasi digital Anda bersama kami!

Scroll to Top