5 Metrik dalam Uji Keamanan Sistem yang Dapat Anda Gunakan

Ancaman siber berkembang dengan cepat, sementara sistem dan data bisnis terus bertambah nilainya.

Inilah yang menyebabkan uji keamanan sistem menjadi salah satu kebutuhan strategis perusahaan.

Tanpa pengukuran yang jelas, Anda akan kesulitan mengetahui tingkat efektivitas pertahanan keamanan dalam bisnis.

Maka dari itu, Anda perlu menggunakan beberapa metrik dalam uji keamanan sistem berikut untuk memahami keamanan sistem secara objektif dan terukur.

Mengapa Metrik Keamanan Sangat Penting?

Dengan metrik yang tepat, Anda dapat menilai kondisi keamanan secara nyata, bukan asumsi. Berikut adalah beberapa alasan mengapa metrik ini begitu penting:

  • Memudahkan Evaluasi Efektivitas Kontrol Keamanan: Metrik ini membantu menampilkan kinerja firewall, endpoint protection, atau kontrol keamanan lainnya di lapangan.
  • Membantu Mendeteksi Tren Serangan atau Kelemahan Jangka Panjang: Dengan memantau metrik ini, Anda dapat melihat pola serangan berulang atau kelemahan yang belum ditangani.
  • Mendukung Perencanaan Anggaran Keamanan yang Lebih Akurat: Data dari metrik bisa digunakan untuk penentuan prioritas investasi keamanan sehingga Anda bisa merencanakan anggaran berdasarkan risiko dan kebutuhan nyata.
  • Menjadi Dasar Laporan ke Manajemen dan Stakeholder: Anda bisa menyampaikan kondisi keamanan bisnis dengan metrik ini supaya lebih mudah dipahami tim manajemen.

Jenis-jenis Metrik dalam Uji Keamanan Sistem

Berikut adalah beberapa jenis metrik dalam uji keamanan sistem yang sering digunakan. Pilihlah pendekatan pengukuran yang sesuai dengan aspek keamanan dalam bisnis.

1. Metrik Kerentanan (Vulnerability Metrics)

Metrik Kerentanan (Vulnerability Metrics)

Metrik ini digunakan untuk mengukur tingkat kelemahan pada sistem, aplikasi, dan infrastruktur IT.

Metrik kerentanan ini dapat diterapkan proses penetration testing dan vulnerability scanning otomatis sehingga tim keamanan bisa menentukan area perbaikan yang diprioritaskan.

Berikut adalah beberapa indikator yang perlu diperhatikan:

  • Jumlah kerentanan yang ditemukan
  • Severity berdasarkan CVSS score
  • Vulnerability reopen rate
  • Exposure time atau seberapa lama kerentanan ini dibiarkan sebelum ditangani

2. Metrik Respons Insiden (Incident Response Metrics)

Metrik Respons Insiden (Incident Response Metrics)

Sesuai namanya, metrik Incident Response ini fokus kepada tingkat kecepatan dan efektivitas tim keamanan dalam menangani insiden. Metrik ini diterapkan dalam kinerja Blue Team dan Security Operations Center (SOC).

Berikut adalah beberapa indikator yang harus diperhatikan:

  • MTTD (Mean Time to Detect)
  • MTTR (Mean Time to Respond/Recover)
  • Jumlah insiden per bulan
  • Incident Escalation Rate

3. Metrik Aktivitas Serangan (Threat & Attack Metrics)

Metrik Aktivitas Serangan (Threat & Attack Metrics)

Metrik ini mengukur frekuensi dan jenis serangan yang masuk ke sistem bisnis. Dengan informasi ini, Anda bisa mengkonfigurasi firewall, IDS/IPS, dan WAF secara optimal dan memahami lanskap ancaman secara realistis.

Berikut adalah beberapa indikator yang perlu diperhatikan:

  • Jumlah upaya serangan pada sistem
  • Jenis serangan yang paling sering terjadi
  • Tingkat keberhasilan serangan
  • Blocked vs allowed traffic ratio

4. Metrik Performa Kontrol Keamanan (Security Control Effectiveness)

Metrik Performa Kontrol Keamanan (Security Control Effectiveness)

Metrik ini menilai efektivitas penerapan kontrol keamanan. Anda bisa menggunakan metrik ini dalam proses audit keamanan berkala.

Berikut adalah beberapa indikator yang harus Anda perhatikan:

  • Patch compliance rate
  • Password hygiene score
  • Endpoint protection coverage
  • Backup success rate

5. Metrik Pemantauan dan Logging (Monitoring Metrics)

Metrik Pemantauan dan Logging (Monitoring Metrics)

Metrik dalam uji keamanan sistem yang bisa Anda gunakan adalah monitoring metrics yang mengukur kualitas sistem pemantauan dan logging keamanan. Metrik ini digunakan agar sistem bisa mendeteksi ancaman dengan akurat.

Berikut adalah beberapa indikator yang harus Anda perhatikan:

  • Log coverage rate
  • Jumlah alert harian
  • False positive vs false negative ratio

Contoh Penerapan Metrik Keamanan dalam Bisnis

Setelah melihat jenis-jenis metrik di atas, Anda perlu tahu bagaimana menerapkan metrik yang tepat. Berikut kami sertakan beberapa contohnya:

  • Menentukan Prioritas Patching dengan CVSS Score: Kerentanan dengan skor CVSS tinggi sebaiknya harus segera ditangani.
  • Menilai Performa Tim SOC dengan Dashboard MTTR: Dashboard MTTR menggambarkan kecepatan respons tim yang digunakan untuk mengevaluasi kesiapan tim dalam menghadapi insiden.
  • Memperkuat Firewall dan Jaringan dengan Analitik Serangan: Data tentang jenis dan frekuensi serangan digunakan untuk menyesuaikan konfigurasi firewall agar lebih adaptif terhadap ancaman terbaru.
  • Mengukur Efektivitas Awareness Training: Penurunan jumlah insiden phishing menjadi bukti nyata berhasilnya pelatihan keamanan pada karyawan.

Cara Memilih Metrik Keamanan yang Tepat untuk Perusahaan

Tidak semua metrik cocok. Maka dari itu, pilihlah metrik yang sesuai dengan bisnis dan risiko yang Anda hadapi.

Simak panduan tentang cara memilihnya di bawah ini:

1. Sesuaikan dengan Risiko dan Jenis Aset Digital

Identifikasi aset paling kritis dalam bisnis, seperti data pelanggan atau sistem keuangan. Gunakanlah metrik yang fokus untuk melindungi aset-aset ini.

2. Prioritaskan Metrik yang Dapat Diukur Secara Objektif

Pilihlah metrik berbasis angka dan data nyata sehingga Anda bisa mengevaluasi keamanan secara subjektif, tanpa adanya risiko kebiasan.

3. Gunakan Metrik yang Dapat Diintegrasikan dengan SIEM

Integrasikan sistem Anda dengan SIEM atau platform monitoring untuk pengumpulan dan analisis data yang lebih mudah. Selain itu, Anda juga bisa melakukan monitoring real-time dengan efisien.

4. Tetapkan Baseline dan Target yang Realistis

Dengan baseline, Anda dapat memahami kondisi awal keamanan sistem. Sementara itu, penetapan target yang realistis memudahkan pengukuran peningkatan dari waktu ke waktu.

5. Evaluasi Secara Berkala untuk Melihat Tren

Terakhir, lakukan evaluasi rutin untuk melihat perkembangan atau penurunan performa keamanan. Tren ini sangat penting agar Anda bisa melakukan perbaikan berkelanjutan.

Keamanan Sistem yang Terukur, Bisnis Lebih Terpercaya

Tanpa pengukuran yang jelas, keamanan sistem hanya menjadi asumsi.

Dengan menerapkan metrik dalam uji keamanan sistem yang tepat, Anda bisa menghindari risiko, meningkatkan respons, dan membangun pertahanan siber yang lebih matang.

Jika Anda menginginkan strategi keamanan yang lebih baik, mari berkonsultasi dengan Digivoz. Sebagai salah satu penyedia jasa cyber security as a service, kami dapat menyusunkan strategi ketahanan bisnis yang lebih baik dan terintegrasi.

Selain itu, tim ahli kami juga akan merekomendasikan solusi digital apa saja yang cocok dengan kebutuhan dan budget. Dengan begitu, bisnis Anda akan lebih siap menghadapi tantangan apapun di masa depan.

Segera hubungi kami sekarang atau isi form konsultasi berikut untuk mendapatkan layanan audit keamanan menyeluruh.

Scroll to Top