Semakin meningkatnya risiko serangan siber, semakin tidak disarankan jika Anda hanya mengandalkan vulnerability scanning rutin saja.
Anda juga perlu memastikan, apakah proses ini benar-benar efektif untuk menurunkan risiko serangan pada sistem?
Selain berinvestasi pada tools yang berkualitas, Anda juga harus mengetahui bagaimana caranya mengukur efektivitas manajemen kerentanan secara objektif.
Sebelum mengetahui caranya, mari pahami mengapa Anda perlu mengukur efektivitas manajemen kerentanan ini.
Mengapa Efektivitas Manajemen Kerentanan Perlu Diukur?
Dengan pengukuran, Anda bisa melihat seberapa efektifnya strategi keamanan yang diterapkan secara objektif.
Berikut adalah beberapa alasan lengkapnya kenapa Anda perlu mengukur efektivitas manajemen kerentanan ini:
- Mengetahui Apakah Kerentanan Ditangani Tepat Waktu: Dengan pengukuran yang jelas, Anda dapat melihat apakah tim Anda segera memperbaiki kerentanan kritis atau justru membiarkannya terlalu lama.
- Menentukan Apakah Tim Memiliki Resource yang Memadai: Anda bisa menggunakan metrik keamanan untuk menilai apakah beban kerja tim security masih realistis atau sudah overcapacity?
- Dasar Laporan Keamanan Bagi CISO atau Manajemen: Kehadiran data metrik membuat laporan keamanan Anda lebih objektif dan mudah dipahami pihak manajemen.
- Membantu Memprioritaskan Perbaikan Berdasarkan Risiko Tertinggi: Dengan pengukuran, Anda bisa fokus pada risiko kerentanan yang paling memengaruhi aset bisnis.
Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Manajemen Kerentanan
Sebelum melakukan pengukuran, mari pahami apa saja faktor yang memengaruhi hasil manajemen kerentanan secara keseluruhan.
1. Kompleksitas Infrastruktur (Cloud, Hybrid, dan Microservices)
Semakin kompleks lingkungan IT Anda, semakin besar tantangan yang Anda hadapi saat mendeteksi dan mengelola kerentanan. Ini disebabkan karena Anda perlu melakukan scanning yang lebih adaptif dan menyeluruh terhadap lingkungan hybrid dan microservices.
Baca juga: 7 Tren Teknologi Terbaru yang Harus Diketahui Bisnis
2. Kualitas Asset Inventory
Tanpa data aset yang akurat, kerentanan bisa terlewat karena sistem yang belum terdaftar. Asset inventory lengkap memastikan seluruh sistem Anda masuk dalam cakupan scanning rutin.
3. Kesiapan Patch Management

Manajemen kerentanan tidak akan efektif jika proses patching Anda lambat atau manual. Dengan patch management yang matang, Anda dapat mempercepat pemulihan setelah mendeteksi kerentanan.
4. SDM dan Skill Keamanan
Tools keamanan canggih Anda baru bisa berfungsi optimal jika digunakan oleh tim keamanan yang kompeten. Pastikan mereka menguasai analisis risiko, threat landscape, dan bisa berkoordinasi lintas tim.
5. Integrasi dengan SIEM, SOAR, atau Pipeline DevSecOps
Integrasi sistem akan membantu proses deteksi, prioritas, dan remediasi berjalan otomatis. Tanpa integrasi, banyak proses yang masih bergantung pada kerja manual yang rentan kesalahan.
Cara Mengukur Efektivitas Manajemen Kerentanan beserta Metriknya
Untuk mengukur efektivitas manajemen kerentanan, Anda perlu pendekatan yang sistematis dan berbasis data.
Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan:
1. Mulai dengan Mengidentifikasi dan Mengumpulkan Kerentanan

Lakukan scanning rutin untuk memastikan seluruh sistem terpantau. Catatlah jumlah kerentanan baru, kerentanan kritis, dan kerentanan yang muncul kembali. Gunakan data ini sebagai pondasi awal evaluasi keamanan.
Gunakan berbagai metrik berikut:
- Total vulnerabilities discovered
- Critical vs non-critical vulnerabilities
- Re-opened vulnerabilities
2. Nilai Tingkat Risiko Kerentanan Berdasarkan Severity
Gunakan standar CVSS untuk menilai dampak dan urgensi setiap kerentanan berisiko. Dengan mengklasifikasi skor ini, Anda bisa menentukan prioritas perbaikan keamanan secara objektif.
Berikut adalah beberapa metrik yang Anda bisa gunakan:
- Distribution severity (Low–Critical)
- Persentase kerentanan skor tinggi
- Average CVSS score
3. Evaluasi Kecepatan dan Efektivitas Remediasi

Bandingkan waktu remediasi dengan SLA yang telah ditetapkan karena respon kecepatan menandakan efektivitas tim keamanan. Semakin cepat kerentanan ditutup, semakin kecil resikonya.
Gunakanlah beberapa metrik berikut:
- MTTR (Mean Time to Remediate)
- Patch compliance rate
- % vulnerabilities fixed within SLA
Baca juga: 5 Metrik dalam Uji Keamanan Sistem yang Dapat Anda Gunakan
4. Hitung Tingkat Paparan Risiko dan Durasi Kerentanan Terbuka
Lakukan analisis vulnerability exposure time untuk melihat seberapa lama kerentanan dibiarkan aktif sebelum diperbaiki. Kerentanan yang terlalu lama dibiarkan akan meningkatkan risiko eksploitasi.
Berikut adalah beberapa metrik yang Anda bisa gunakan:
- Vulnerability exposure time
- Attack surface growth
- Assets with unpatched vulnerabilities
5. Tinjau Efisiensi Proses dan Kinerja Tim Keamanan

Periksalah apakah cakupan scanning sudah menyeluruh dan hasilnya akurat? Tingkat false positive yang tinggi justru memperlambat tim. Dengan evaluasi ini, Anda bisa meningkatkan proses deteksi ancaman.
Berikut adalah beberapa metrik yang Anda bisa gunakan:
- Scan coverage rate
- False positive vs true positive ratio
- Scan frequency
6. Bandingkan Hasil Evaluasi dengan Target atau SLA
Tetapkan baseline untuk membandingkan performa strategi Anda dari waktu ke waktu. Terapkan juga SLA yang realistis untuk menjaga konsistensi proses keamanan dalam bisnis.
7. Lakukan Review Berkala dan Perbaiki Workflow

Terakhir, pastikan untuk mengevaluasi tren dan hambatan secara rutin untuk perbaikan berkelanjutan. Otomatisasi dan prioritas berbasis risiko untuk meningkatkan efisiensi strategi.
Cara Meningkatkan Efektivitas Manajemen Kerentanan
Setelah melakukan pengukuran, Anda juga perlu menerapkan optimalisasi berkelanjutan. Berikut adalah langkah-langkahnya untuk meningkatkan efektivitas manajemen ini:
- Gunakan Scanning Otomatis Berkala dan Near Real-time Monitoring: Pendekatan ini membantu mendeteksi risiko lebih cepat sebelum berdampak besar.
- Prioritaskan Berdasarkan Risiko, Bukan Volume Kerentanan: Fokuslah pada dampak bisnis agar proses lebih strategis dan efisien.
- Bangun Proses Fix-Patch yang Cepat dengan Automasi: Automasi akan mengurangi ketergantungan pada proses manual yang lambat.
- Sertakan Continuous Monitoring Seperti Tenable.io atau Qualys: Monitoring berkelanjutan menjaga sistem tetap aman meski lingkungan berubah.
- Edukasi Tim Dev dan Ops untuk Shift-Left Security: Penerapan keamanan sejak awal pengembangan akan mengurangi risiko di tahap produksi.
Kelola Kerentanan dengan Data, Bukan Asumsi!
Dengan mengukur efektivitas manajemen kerentanan ini, Anda bisa memahami risiko, meningkatkan respons tim, dan memastikan keamanan berjalan selaras dengan tujuan bisnis.
Jika Anda ingin meningkatkan keamanan bisnis, mari berkonsultasi dengan Digivoz. Sebagai salah satu penyedia jasa cyber security as a service, kami dapat menyusun strategi ketahanan yang lebih baik dan terintegrasi.
Selain itu, tim ahli kami juga akan merekomendasikan solusi digital apa saja yang cocok dengan kebutuhan dan budget. Dengan begitu, bisnis Anda akan lebih siap menghadapi tantangan apapun di masa depan.
Segera hubungi kami sekarang atau isi form konsultasi berikut untuk mendapatkan layanan audit keamanan menyeluruh.