10 Jenis Software ERP beserta Contoh dan Faktor yang Harus Dipertimbangkan

Untuk dapat bersaing dengan lini bisnis lainnya, Anda bisa menggunakan solusi tambahan seperti ERP atau Enterprise Resource Planning. Sistem ini menawarkan berbagai manfaat bagi bisnis, salah satunya mengintegrasikan setiap proses internal.

Akan tetapi, tidak semua software ERP sama. Beberapa dari mereka memiliki karakteristik dan cara implementasinya yang berbeda. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui beberapa jenis software ERP beserta cara memilihnya dengan tepat.

Berikut adalah 10 jenis software beserta contoh dan beberapa faktor yang harus Anda pertimbangkan saat memilihnya!

Baca juga: 5 Perbedaan ERP dan SAP: Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis?

Jenis Software ERP Berdasarkan Metode Implementasinya

Pertama-tama, jenis software ERP dibedakan dari cara mengimplementasikannya. Hal ini terjadi karena setiap bisnis memiliki kebutuhan dan infrastrukturnya yang berbeda.

Jenis Software ERP Berdasarkan Metode Implementasinya

1. ERP On-Premises

ERP On-Premises adalah sistem yang diinstal dan dijalankan di server internal perusahaan Anda. Dengan metode ini, Anda bisa mengontrol penuh setiap data dan keamanan sistem yang berada di lingkungan lokal.

Sistem ini menawarkan kelebihan berupa fleksibilitas dalam hal kustomisasi dan keamanan data yang tinggi. Akan tetapi, biaya implementasi awal dan peliharaannya cenderung cukup besar. Bahkan, Anda harus memiliki tim IT yang handal untuk mengelola infrastruktur ini.

2. Cloud-Based ERP

Cloud-Based ERP memungkinkan Anda untuk mengakses sistem ERP melalui internet. Ini akan mengurangi biaya instalasi server lokal dalam bisnis. Sistem ini unggul karena fleksibilitas, biaya implementasi yang rendah, dan pembaruan otomatis dari penyedia layanan.

Jika menggunakan software ERP ini, Anda dapat mengelola proses bisnis kapanpun dan dimanapun–selama terhubung dengan internet. 

Kekurangannya, sistem ini memiliki ketergantungan tinggi pada koneksi internet dan Anda harus menjaga keamanan datanya dengan ekstra karena berada di server pihak ketiga.

3. Open-Source ERP

Open-Source ERP adalah software yang bisa diunduh dan dimodifikasi secara gratis sesuai kebutuhan bisnis. Dengan menggunakan ERP ini, Anda akan dibebaskan untuk mengembangkan dan menyesuaikan fitur ERP–tanpa harus membayar biaya lisensinya.

Sayangnya, jenis software ERP ini tidak dilengkapi dengan dukungan teknis yang memadai. Ini membuat Anda harus rutin mengecek keamanannya secara mandiri. Untuk itu, kami merekomendasikan ERP ini jika Anda memiliki tim IT kompeten dan solusi yang fleksibel.

4. Hybrid ERP

Hybrid ERP menggabungkan kelebihan ERP On-Premises serta Cloud-Based ERP. Dalam solusi ini, data-data sensitif Anda akan disimpan dalam server lokal–sementara data lainnya dikelola dalam layanan cloud.

Model ini unggul karena memberikan fleksibilitas dan kontrol yang baik. Kekurangannya, Anda harus mengeluarkan biaya implementasi dan pengelolaan yang lebih tinggi karena harus mengelola dua sistem sekaligus.

Jenis Software ERP Berdasarkan Target Pasar

Selain metode implementasi, software ERP juga dapat dibedakan berdasarkan target pasar atau ukuran bisnis yang dilayani. Dengan ini, Anda dapat memilih solusi yang sesuai dengan skala dan kebutuhan perusahaan.

1. Small Business ERP

Sesuai dengan namanya, ERP ini biasa digunakan untuk bisnis skala kecil. Mereka biasanya menawarkan fitur-fitur dasar dengan harga yang terjangkau dan mudah digunakan–bahkan oleh pengguna yang tidak memiliki latar belakang teknologi.

Sistem ini dirancang untuk implementasi yang mudah tanpa memerlukan sumber daya IT besar. Gunakan solusi ini jika Anda ingin meningkatkan efisiensi dalam usaha tanpa menggunakan cara yang kompleks.

2. Mid-Market ERP

Ilustrasi Mid-Market ERP

Dibandingkan jenis sebelumnya, ERP untuk pasar menengah menawarkan fitur yang lebih lengkap dan kemampuan kustomisasi tingkat sedang.

Sistem ini mampu mengakomodasi pertumbuhan bisnis. Bahkan, ia bisa mengintegrasikan kebutuhan berbagai departemen dalam satu platform–seperti keuangan, produksi, dan penjualan secara lebih mendalam.

3. Enterprise ERP

Jenis software ERP selanjutnya adalah ERP enterprise, sebuah solusi lengkap dan kompleks untuk perusahaan besar. Ia mampu menangani berbagai kebutuhan bisnis yang sangat luas dan beragam. 

Selain itu, tingkat kustomisasinya cenderung paling tinggi dan sudah mendukung integrasi multi-cabang bisnis. Sayangnya, Anda harus mengeluarkan biaya investasi besar dan menyediakan tim IT khusus untuk pengelolaannya.

4. Vertical ERP

Vertical ERP dirancang untuk industri tertentu seperti manufaktur, kesehatan, atau retail. Sistem ini sudah dilengkapi fitur-fitur yang sesuai dengan kebutuhan industri tersebut sehingga Anda tidak perlu melakukan banyak penyesuaian.

5. Horizontal ERP

Berbeda dengan vertical ERP–horizontal ERP menawarkan solusi yang lebih umum dan bisa digunakan oleh berbagai jenis industri. Ia fokus untuk membantu mengoperasikan fungsi bisnis standar seperti akuntansi, HR, dan inventory.

6. Mobile ERP

Ilustrasi Mobile ERP

Jenis yang terakhir adalah mobile ERP. Dengan solusi ini, Anda dapat mengakses dan mengelola sistem melalui perangkat mobile seperti handphone atau tablet. Ini tentu menjadi hal yang membantu pengambilan keputusan dan monitoring bisnis secara real-time dari mana saja.

Baca juga: 10 Contoh ERP pada Perusahaan yang Berhasil Diterapkan

Contoh Software ERP Populer Berdasarkan Kategori

Sekarang, mari kita lihat beberapa contoh software ERP yang populer dan banyak digunakan sesuai dengan kategori jenis software ERP yang sudah kita bahas.

Open-Source: Odoo Community, ERPNext

Odoo Community dan ERPNext merupakan salah contoh ERP open-source yang sangat populer. Keduanya menawarkan modul lengkap–mulai dari penjualan, inventaris, hingga akuntansi. 

Anda bisa mengunduh dan mengembangkan sistem ini sesuai kebutuhan sehingga cocok untuk bisnis yang ingin solusi ERP fleksibel dan hemat biaya.

Cloud: SAP Business One Cloud, Oracle NetSuite, Zoho

Dalam bentuk cloud ERP, terdapat SAP Business One Cloud dan Oracle NetSuite yang biasa digunakan oleh perusahaan menengah hingga besar. 

Selain itu, ada juga Zoho ERP yang populer di kalangan bisnis yang mencari solusi cloud dengan harga kompetitif dan kemudahan penggunaan. Ketiga solusi ini menawarkan akses data real-time dan pembaruan otomatis tanpa perlu melakukan instalasi lokal.

Small Business: Odoo, QuickBooks, Deskera

Untuk bisnis kecil, kami bisa merekomendasikan Anda untuk menggunakan Odoo versi standar, QuickBooks, dan Deskera. 

Solusi ini menyediakan berbagai fitur dasar yang mudah dioperasikan dan cepat diimplementasikan. Mereka akan membantu pengelolaan keuangan dan operasional bisnis sehari-hari.

Enterprise: SAP S/4HANA, Microsoft Dynamics 365

SAP S/4HANA dan Microsoft Dynamics 365 merupakan ERP kelas enterprise yang menawarkan solusi menyeluruh dan sangat scalable. Tak hanya itu, sistem ini juga dilengkapi dengan dukungan integrasi multi-departemen dan cabang dan analitik bisnis canggih untuk pengambilan keputusan strategis.

Faktor Pendukung dalam Memilih Jenis ERP yang Tepat

Dari banyaknya pilihan di atas, Anda perlu mengetahui bagaimana cara memilih jenis software ERP yang tempat. Untuk itu, perhatikan  beberapa faktor penting berikut agar investasi ERP Anda memberikan hasil maksimal!

Kebutuhan Bisnis

Perhatikan setiap modul dan fitur yang ditawarkan oleh ERP: mana saja yang benar-benar dibutuhkan oleh bisnis? Hindari memilih sistem dengan fitur berlebihan yang tidak dipakai karena akan menghabiskan biaya dan menambah kompleksitas pengelolaan.

Skalabilitas

Pilihlah software ERP yang scalable dan bisa memenuhi kebutuhan bisnis yang berkembang. Dengan sistem ini, Anda dapat menambahkan modul atau pengguna tanpa harus mengganti software secara keseluruhan.

Kemudahan Penggunaan

Solusi ERP yang mudah digunakan akan mempercepat proses adaptasi tim internal Anda. Selain itu, Anda juga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk pelatihan mereka. Jangan lupa untuk mencari sistem dengan tampilan intuitif dan dukungan dokumentasi yang lengkap–seperti Odoo.

Total Cost of Ownership (TCO)

Selain harga lisensi, perhatikan juga biaya tambahan yang harus Anda keluarkan–seperti untuk pelatihan, upgrade, hingga dukungan teknis. TCO yang transparan akan membantu menghindari biaya tak terduga di kemudian hari.

Integrasi dan Kustomisasi

Faktor selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah integrasi dan kustomisasinya. Menggunakan ERP dengan dukungan integrasi akan memberikan nilai tambah besar untuk operasional bisnis. Untuk itu, pastikan vendornya mendukung fleksibilitas ini.

Vendor Support dan Maintenance

Dukungan teknis yang responsif dan layanan pemeliharaan yang baik juga sangat penting. Ini akan membuat sistem ERP Anda selalu berjalan optimal dan mengatasi segala masalah yang ditemukan.

Kepatuhan Regulasi

ERP harus mampu membantu Anda memenuhi kewajiban hukum dan perpajakan sesuai regulasi yang berlaku agar bisnis tetap aman dari risiko hukum.

Baca juga: 8 Alasan Memakai Odoo ERP dalam Bisnis dan Keunggulannya

Pilih ERP yang Tepat, Tingkatkan Efisiensi Bisnis Anda!

Itulah sedikit penjelasan tentang 10 jenis software ERP yang ada beserta contoh-contohnya. Ingatlah bahwa memilih ERP yang tepat juga menjadi salah satu strategi agar bisnis Anda lebih efisien, terintegrasi, dan siap tumbuh.

Jika Anda menginginkan solusi ERP yang lengkap, fleksibel, dan mudah digunakan–sebaiknya pertimbangkan Odoo ERP dari Digivoz. 

Sebagai salah satu mitra Odoo terpercaya, tim ahli kami siap memberikan dukungan end-to-end hingga solusi ini memberikan hasil yang nyata.

Jika Anda masih ragu, konsultasikan kebutuhan bisnis Anda bersama kami. Tingkatkan efisiensi seluruh proses bisnis Anda dengan solusi ERP Odoo dari Digivoz!

Scroll to Top