Tahukah Anda? Ada beberapa proyek ERP yang gagal mencapai hasil optimal hanya karena salah memilih konsultan.
Beberapa perusahaan terjebak dengan janji implementasi yang cepat, namun dikecewakan karena sistem ini tidak sesuai dengan kebutuhannya.
Maka dari itu, Anda harus merenungi baik-baik: apakah Anda sudah memilih ERP consultant yang tepat?
Sebelum menjatuhkan pilihan, Anda harus mengenal setiap jenis ERP consultant yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Dengan ini, proyek Anda berjalan sukses dan memberikan hasil nyata.
Apa Itu ERP Consultant?

Menurut jurnal Controlling ERP Consultants: Client and Provider Practices, ERP consultant adalah ahli yang membantu perusahaan dalam aspek teknis dan bisnis agar implementasi ERP berjalan lancar tanpa membebani tim internal.
Dalam praktiknya, konsultan ERP menjadi penghubung antara teknologi dan bisnis untuk memastikan sistem yang diadopsi benar-benar mendukung tujuan perusahaan.
Jenis-jenis ERP Consultant
Tidak semua konsultan memiliki peran yang sama. Masing-masing jenis ERP consultant ini memiliki spesialisasi berbeda, menyesuaikan setiap tahapan proyek dan kebutuhan bisnis.
1. ERP Functional Consultant

Konsultan ini fokus pada aspek bisnis dan proses fungsional perusahaan. Mereka menganalisis kebutuhan bisnis dan merekomendasikan solusi yang tepat.
Functional Consultant sering menjadi penghubung antara pengguna bisnis dan tim teknis untuk memastikan sistem ERP bekerja sesuai harapan.
2. ERP Technical Consultant
Seperti namanya, konsultan teknis bertugas untuk melakukan pengembangan, integrasi, dan kustomisasi sistem ERP. Mereka memastikan ERP berjalan optimal di infrastruktur perusahaan.
3. ERP Implementation Consultant

Jenis ERP consultant ini memastikan proyek implementasi ERP berjalan dengan lancar, tepat waktu, sesuai anggaran, dan dalam ruang lingkup yang jelas.
Untuk memantau hal ini, mereka akan menyusun rencana proyek, timeline, serta mengatur koordinasi antar-tim.
4. ERP Financial Consultant
Financial Consultant memastikan bahwa proses implementasi ERP dalam bisnis mengikuti standar akuntansi dan perpajakan. Mereka juga membantu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
5. ERP Software Consultant

Selanjutnya adalah ERP software consultant yang siap mendesain sistem, mengoptimasi ERP, hingga menyelesaikan masalah teknis yang kompleks. Berkat mereka, sistem ERP membantu menjalankan fungsi bisnis dengan optimal.
6. ERP Business Consultant
ERP consultant ini bekerjasama dengan manajemen sehingga strategi ERP sesuai dengan tujuan bisnis. Selain itu, mereka juga merekomendasikan cara menggunakan ERP dengan maksimal seraya memantau tren industri. Dengan ini, perusahaan Anda tetap bisa bersaing di pasar.
7. ERP Change Management atau Training Consultant

Konsultan ini membantu mengelola perubahan budaya dan perilaku kerja karyawan saat sistem ERP diterapkan. Untuk membantu karyawan beradaptasi, mereka siap mengadakan pelatihan dan memandu mereka dalam setiap kesulitan.
8. ERP Warehousing / Supply Chain Consultant
Sesuai namanya, jenis ERP consultant ini hanya menangani urusan logistik, persediaan, dan rantai pasok. Mereka membantu mengoptimalkan manajemen stok, aliran barang, serta integrasi antara gudang dan penjualan.
9. SME (Subject Matter Expert)

Umumnya, SME memiliki pemahaman mendalam tentang proses bisnis atau industri tertentu dalam menerapkan sistem ERP. Di sini, mereka akan membantu menyelaraskan proses implementasi dan desain ERP agar sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Risiko Jika Memilih ERP Consultant yang Salah
Selain menggagalkan projek, memilih konsultan ERP yang kurang tepat juga berpotensi menimbulkan kerugian besar.
- Proyek Melebar dari Rencana: Tanpa kontrol yang baik, biaya dan waktu proyek bisa membengkak signifikan. Ini tentu mengganggu operasional dan menimbulkan biaya tak terduga.
- Resistensi Pengguna: Tanpa adanya manajemen perubahan dan pelatihan, karyawan akan kesulitan menggunakan ERP baru. Hal ini bisa menurunkan efektivitas ERP dan menghambat pencapaian manfaat.
- Kesulitan Integrasi dan Bug: Konsultan yang kurang ahli bisa menimbulkan berbagai masalah teknis, seperti kegagalan integrasi dan bug. Lebih lanjutnya, ini akan menyebabkan downtime dan kehilangan produktivitas.
- ROI Rendah dan Kegagalan Sistem: Tanpa pelatihan dan dukungan yang memadai, investasi ERP gagal memberikan nilai balik (ROI) yang diharapkan, bahkan berakhir dengan kegagalan sistem.
Baca juga: 9 Kesalahan Implementasi Odoo yang Harus Dihindari dan Solusinya
Tips Memilih ERP Consultant yang Tepat
Agar pemilihan ERP consultant Anda tidak salah langkah, ikuti beberapa tips berikut yang sudah terbukti efektif:
1. Identifikasi Kebutuhan dan Ruang Lingkup Proyek
Pahami dahulu apa saja tujuan dan ruang lingkup implementasi ERP dalam bisnis. Tentukan juga beberapa modul dan fitur yang dibutuhkan, serta kendala bisnis yang membutuhkan solusi ini.
2. Audit Internal
Cek kesiapan sumber daya internal Anda, termasuk tim dan teknologi yang ada. Tim internal yang solid dapat bekerja dengan konsultan secara efektif, sementara infrastruktur teknologi mempengaruhi kesuksesan integrasi ERP.
3. Riset dan Shortlist Konsultan
Lakukan riset mendalam untuk mengumpulkan daftar konsultan ERP yang sesuai dengan kriteria Anda. Cari tahu reputasi, pengalaman, dan layanan yang mereka tawarkan.
4. Ajukan RFP atau RFQ
Mintalah proposal resmi (Request for Proposal/Request for Quote) dari konsultan untuk mendapatkan gambaran terkait biaya, metodologi, dan timeline proyek. Selain itu, Anda juga bisa membandingkan dan menilai kesesuaian dan keseriusan konsultan.
5. Wawancara Calon Konsultan
Jadwalkan pertemuan dengan calon ERP consultant pilihan untuk menilai pengalaman, pendekatan kerja, dan pemahaman mereka terhadap bisnis Anda. Tanyakan juga studi kasus yang pernah mereka tangani sebagai referensi keberhasilan implementasi.
6. Uji Coba Proposal atau Pilot
Jika diperlukan, Anda bisa menerapkan uji coba atau pilot proyek dengan konsultan. Proses ini membantu Anda dalam mengevaluasi kualitas kerja, komunikasi, dan respons mereka sebelum komitmen besar.
7. Negosiasi Kontrak dan Cakupan
Pastikan kontrak kerjasama dengan konsultan sudah mencakup ruang lingkup pekerjaan, target, biaya, dan tanggung jawab. Anda bisa melakukan negosiasi ulang untuk meminimalisir risiko kesalahpahaman di kemudian hari.
8. Evaluasi Kinerja dan Penyesuaian
Setelah mulai bekerja dengan konsultan, lakukan evaluasi berkala untuk memastikan proyek implementasi ERP tetap sesuai rencana dan target. Jika ada kendala, lakukan penyesuaian strategi agar hasilnya optimal.
Baca juga: 8 Alasan Memakai Odoo ERP dalam Bisnis dan Keunggulannya
Wujudkan Implementasi ERP Sukses Bersama Digivoz
Ingatlah bahwa memilih ERP consultant yang tepat adalah investasi jangka panjang. Dengan memahami berbagai jenis ERP consultant dan strategi pemilihannya, Anda dapat menghindari kegagalan proyek dan memaksimalkan potensi bisnis.
Anda bisa memercayakan Digivoz sebagai salah satu ERP consultant terpercaya dan pengalaman. Kami membantu seluruh proses implementasi ERP Odoo yang fleksibel, terintegrasi, dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Hubungi kami sekarang atau isi form konsultasi berikut dan mulai proses digitalisasi bisnis Anda.