Disaster Recovery Adalah: Arti, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Ilustrasi Disaster Recovery

Bayangkan jika tiba-tiba sistem IT dalam bisnis Anda mengalami gangguan besar—seperti server down dan operasional terhenti. Hal tersebut bisa menyebabkan seluruh informasi penting Anda lenyap, mulai dari data pelanggan hingga laporan keuangan bisnis.

Untuk mengatasi ini, Anda bisa menggunakan solusi seperti disaster recovery. Disaster recovery adalah serangkaian tindakan untuk memulihkan sistem informasi dan infrastruktur teknologi. Biasanya, tindakan ini dilakukan setelah bisnis mengalami bencana atau gangguan yang mengancam operasional bisnis.

Di era digitalisasi dan transformasi teknologi, solusi ini menjadi suatu hal yang wajib diprioritaskan. Oleh karena itu, mari kita bahas lebih dalam mengapa disaster recovery sangat penting, bagaimana cara kerjanya, serta manfaat besarnya bagi bisnis Anda!

Dampak Tidak Menerapkan Disaster Recovery

Tanpa adanya strategi disaster recovery, Anda akan kesulitan untuk mengatasi permasalahan berupa gangguan sistem, bencana alam, atau serangan siber. Berikut adalah beberapa dampak serius yang bisa terjadi jika sebuah bisnis tidak menerapkan disaster recovery:

1. Kehilangan Data Penting

Tanpa sistem backup dan pemulihan yang terstruktur, bisnis dapat kehilangan data-data penting seperti informasi pelanggan, transaksi, atau laporan keuangan secara permanen. Selain merugikan operasional, bisnis Anda juga berisiko terkena pelanggaran hukum akibat kehilangan data-data sensitif ini.

Baca juga: 5 Contoh Manajemen Data dalam Bisnis yang Perlu Diterapkan

2. Waktu Henti Operasional (Downtime) yang Lama

Gangguan sistem yang tidak diatasi dengan disaster recovery yang bagus akan membuat operasional bisnis terhenti sementara–bahkan dalam waktu yang tidak menentu! Setiap jam downtime akan menimbulkan kerugian finansial, kehilangan peluang bisnis, dan penurunan produktivitas yang signifikan.

3. Kerusakan Reputasi dan Hilangnya Kepercayaan Pelanggan

Jika pelanggan tidak dapat mengakses layanan bisnis Anda–misalnya karena sistem error atau kehilangan data–mereka akan mulai meragukan kepercayaannya terhadap bisnis. Dalam jangka panjang, reputasi bisnis akan menurun dan para pelanggan Anda akan mudah berpaling ke kompetitor yang lebih baik.

Fungsi Utama Disaster Recovery

Sistem disaster recovery tidak hanya soal mengembalikan data, tapi juga menjaga stabilitas bisnis secara keseluruhan. 

Dengan mengimplementasikannya, Anda dapat memastikan operasional bisnis tetap berjalan dengan baik meskipun terjadi gangguan sistem atau bencana.

1. Meminimalkan Waktu Henti

Sistem disaster recovery dirancang untuk menjalankan operasional bisnis kembali dalam waktu secepat mungkin. Semakin singkat downtime yang terjadi, kerugian dalam bisnis juga akan diminimalisir. Selain itu, pelanggan Anda juga akan mendapatkan pelayanan lancar tanpa mengalami hambatan apa pun.

Disaster Recovery Dapat Menjaga Reputasi Bisnis

2. Menjaga Reputasi Bisnis

Dengan kemampuan untuk merespons gangguan secara cepat, Anda dapat mempertahankan kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis. Reputasi bisnis yang terjaga merupakan faktor pendukung agar bisnis Anda dapat berkompetisi di pasar global.

3. Memenuhi Kepatuhan Regulasi

Zaman sekarang, hampir semua bisnis diharuskan untuk memiliki strategi disaster recovery-nya sendiri. Ini merupakan salah satu faktor penting yang harus mereka penuhi dalam standar regulasi dan audit.

Dengan memiliki sistem disaster recovery, Anda dapat menunjukkan komitmen bisnis terhadap keamanan dan kepatuhan hukum.

Manfaat Disaster Recovery untuk Bisnis

Jika bisnis Anda sering mengandalkan sistem digital, memutuskan untuk menggunakan disaster recovery akan memberikan begitu banyak manfaat. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Mengurangi Kerugian Finansial

Downtime yang berkepanjangan berpotensi menyebabkan kerugian langsung, misalnya dalam bentuk pendapatan yang hilang. Dengan menggunakan disaster recovery, Anda bisa menekan potensi kerugian ini karena sistem dapat segera berjalan kembali setelah gangguan.

2. Mempercepat Pemulihan Operasional

Dengan adanya disaster recovery, Anda dapat kembali menjalankan proses bisnis hanya dalam hitungan menit atau jam. Hal ini akan meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko kehilangan momentum pasar.

3. Meningkatkan Kepercayaan Stakeholder

Terakhir, para investor, mitra bisnis, dan pelanggan cenderung lebih percaya kepada perusahaan yang punya sistem keamanan dan kesiapan menghadapi bencana. Dengan mengadopsi sistem disaster recovery yang baik menjadi tanda kepedulian Anda terhadap kelangsungan dan profesionalisme dalam berbisnis.

Cara Disaster Recovery Bekerja

Proses disaster recovery terdiri dari beberapa tahap penting yang memungkinkan bisnis tetap berjalan, meskipun terjadi bencana atau gangguan besar. Berikut adalah penjelasan tentang bagaimana cara kerja disaster recovery:

1. Duplikasi Data

Pertama-tama, sistem ini akan menduplikasi dan menyimpan data-data penting bisnis di lokasi cadangan (secondary site). Biasanya, lokasi ini dipilih dalam jarak yang cukup jauh dari lokasi utama (primary site) sehingga secondary site tidak terkena dampak bencana yang sama.

2. Mengaktifkan Secondary Site

Ketika mendeteksi gangguan pada primary site, sistem disaster recovery akan mengaktifkan secondary site–baik secara otomatis atau manual. Mereka akan mengalihkan operasional bisnis sementara waktu sehingga pelanggan Anda tetap bisa mengakses layanan bisnis yang tersedia.

3. Membangun Ulang Primary Site

Setelah mengatasi gangguan, sistem disaster recovery akan memperbaiki atau membangun ulang primary site. Tim IT Anda harus melakukan sinkronisasi data terbaru dari secondary site untuk memastikan data-data penting tetap utuh dan akurat.

4. Pergantian Operasional dari Secondary ke Primary Site

Saat primary site sudah siap digunakan, sistem dan operasional yang semula berada di secondary site akan ditransfer kembali. Setelah itu, secondary site akan kembali ke status siaga sehingga dapat digunakan kembali bila dibutuhkan di masa depan.

Baca juga: 10 Cara Menjaga Keamanan Digital dalam Operasional Bisnis

Pastikan Bisnis Anda Siap Menghadapi Bencana Digital!

Itulah pengertian, fungsi, manfaat, dan cara kerja disaster recovery dalam perusahaan. Bisa dikatakan, disaster recovery adalah sebuah komponen krusial dalam strategi transformasi digital untuk melindungi data, meminimalkan downtime, dan menjaga reputasi bisnis.

Dengan memahami fungsi, manfaat, dan cara kerjanya, Anda akan lebih siap untuk menghadapi risiko gangguan teknologi lainnya di masa depan! Tertarik untuk menggunakan sistem ini? Dapatkan fitur disaster recovery dalam solusi Odoo!

Sebagai IT consulting dan penyedia Solusi ERP Terintegrasi dari Odoo, Digivoz menghadirkan solusi Automatic Database Backup dan Disaster Recovery Odoo. Fitur ini membantu backup data Anda secara otomatis ke minimal tiga data center yang tersedia.

Selain itu, Odoo juga menyediakan proses pemulihan bencana dengan target waktu pemulihan dan titik pemulihan data yang jelas–membuat layanan Anda dapat berjalan dalam waktu singkat!

Tertarik untuk menggunakan solusi Odoo? Mari lakukan konsultasi bersama tim Digivoz dan dapatkan solusi Odoo terbaik menyesuaikan kebutuhan bisnis Anda!

Scroll to Top