Banyak bisnis manufaktur mengalami kendala yang sama: produksi sering terlambat, stok bahan tidak sesuai kebutuhan, atau bahkan overproduction yang justru merugikan.
Masalah ini biasanya bukan karena kurangnya permintaan, tetapi karena perencanaan produksi yang belum optimal. Tanpa sistem yang terintegrasi, Anda mungkin harus mengandalkan spreadsheet atau perhitungan manual yang rawan kesalahan.
Maka dari itu, inilah saatnya untuk menggunakan solusi seperti Odoo ERP untuk mempermudah perencanaan produksi Anda. Sebelum menggunakannya, mari pelajari dahulu bagaimana cara membuat perencanaan produksi di Odoo 19.0.
Peran ERP Odoo dalam Perencanaan Produksi
Dengan sistem ini, Anda bisa mengelola forecast dan demand produksi, mengintegrasikan data produksi dan inventory, hingga mengoptimalkan efisiensi produksi.
1. Mengelola Forecast dan Demand Produksi
Odoo menggunakan fitur Master Production Schedule (MPS) untuk merencanakan produksi berdasarkan forecast permintaan. Sistem ini membantu memastikan produksi berjalan sesuai kebutuhan pasar tanpa kekurangan atau kelebihan stok.
2. Mengintegrasikan Data Produksi dan Inventory
ERP Odoo menghubungkan data produksi dengan inventory dan procurement dalam satu sistem. Dengan ini, Anda dapat mengontrol bahan baku, proses produksi, hingga hasil akhir secara real-time.
3. Mengoptimalkan Efisiensi Produksi
Dengan fitur MRP, Odoo membantu menentukan kapan dan berapa banyak bahan yang dibutuhkan untuk produksi. Sistem ini membantu mengurangi pemborosan serta memastikan proses produksi berjalan tepat waktu.
Baca juga: 7 Fitur dan Manfaat Modul Manufacturing Odoo untuk Bisnis
Contoh Perencanaan Produksi Jangka Pendek di Odoo
Perencanaan jangka pendek berfokus pada eksekusi produksi harian atau mingguan. Dengan sistem yang tepat, proses produksi dapat berjalan lebih terkontrol. Berikut adalah beberapa contoh perencanaan produksi jangka pendek yang dilakukan lewat Odoo:
1. Membuat Manufacturing Order (MO) dari Demand
Anda bisa membuat manufacturing Order berdasarkan permintaan produk yang masuk. Dengan MO, Anda dapat mengatur proses produksi secara lebih terstruktur.
2. Sistem Otomatis Membuat Work Order dari BoM
Berdasarkan Bill of Materials (BoM), sistem ERP akan membagi proses produksi menjadi beberapa tahapan kerja. Hal ini membantu mempermudah pengelolaan proses produksi.
3. Penjadwalan Produksi di Work Center secara Real-Time
Terakhir, Odoo memungkinkan penjadwalan produksi berdasarkan kapasitas work center. Dengan sistem ini, Anda dapat memantau dan mengatur produksi secara real-time.
Contoh Perencanaan Produksi Jangka Panjang di Odoo
Dengan perencanaan jangka panjang, bisnis Anda mempersiapkan kebutuhan produksi berdasarkan prediksi permintaan. Berikut adalah beberapa contoh perencanaan produksi jangka panjang yang dilakukan lewat Odoo:
1. Menentukan Forecast Permintaan Produk (Master Production Schedule)
Anda bisa menggunakan forecast untuk memperkirakan jumlah produk yang dibutuhkan di masa depan. Dalam Odoo, MPS membantu merencanakan produksi berdasarkan data permintaan yang diprediksi.
2. Menentukan Target Stok dan Kebutuhan Produksi
Anda dapat menentukan batas minimum stok agar tidak terjadi kekurangan barang. Dengan data ini, sistem dapat membantu menyesuaikan jumlah produksi yang dibutuhkan.
3. Sistem Memberikan Rekomendasi Produksi dan Pembelian
Terakhir, Odoo bisa merekomendasikan jumlah produksi dan pembelian bahan baku sehingga Anda dapat menjaga keseimbangan antara supply dan demand.
Cara Membuat Perencanaan Produksi di Odoo dengan Efektif
Perencanaan produksi di Odoo tidak hanya soal sistem, tetapi juga bagaimana Anda menggunakannya dengan strategi yang tepat. Berikut adalah panduan tentang bagaimana cara membuat perencanaan produksi di Odoo versi terbaru:
1. Masuk ke Modul Manufacturing

2. Klik Menu Configuration dan Settings

3. Scroll Hingga Menemukan Fitur Master Production Schedule

Aktifkan fitur ini dengan memberikan tanda ceklis di kolom.
4. Klik Save untuk Menyimpan Perubahan

5. Buka Menu Planning dan Pilih Opsi Master Production Schedule

6. Klik Opsi Add a Product

7. Isi Data yang Diperlukan

Masukkan nama produk, safety stock (stok minimum aman), dan minimum replenishment sesuai kebutuhan.
8. Buka Menu Products dan Pilih Bill of Materials

9. Klik New untuk Membuat Bill of Materials Baru

Tentukan produk, bahan baku, dan jumlah kebutuhan bahan sesuai kebutuhan Anda.
10. Klik Menu Configuration lalu Work Centers

11. Klik Tombol New untuk Membuat Work Centers

Isilah nama work center sesuai proses kerja, seperti Cutting, Assembly, atau Finishing.
12. Kembali ke Menu BoM yang Tadi Anda Buat

13. Klik Menu Operation lalu Add Operation

Masukkan informasi seperti nama operasi, work center, dan durasi pengerjaannya. Ulangi tahapan pembuatan operation ini hingga alur produksinya selesai.
Optimalkan Produksi Anda dengan Perencanaan yang Tepat
Itulah alur dan bagaimana cara membuat perencanaan produksi di Odoo. Dengan sistem yang terintegrasi, Anda dapat mengontrol seluruh proses produksi mulai dari perencanaan hingga eksekusi secara lebih terstruktur.
Jika Anda tertarik untuk menggunakan modul ini, pertimbangkan untuk melakukan implementasi Odoo ERP bersama Digivoz.
Sebagai salah satu Odoo partner Indonesia, tim ahli kami siap memberikan dukungan end-to-end–mulai dari konsultasi, pelatihan, migrasi data, hingga pemakaiannya secara real-time–hingga solusi ini memberikan hasil yang nyata.
Hubungi kami sekarang dan beralihlah untuk menggunakan sistem Odoo secara end-to-end!