Keunggulan dan 6 Cara Membuat Invoice Digital dengan Mudah

Apakah Anda masih menggunakan invoice manual untuk nota tagihan? Biasanya, penggunaan invoice manual akan mempersulit pengelolaan faktur penjualan dalam bisnis. Untuk menghindari hal ini Anda perlu beralih ke solusi invoice digital.

Saat ini, sudah banyak pelaku usaha yang menyadari pentingnya efisiensi dan akurasi dalam proses invoicing. Selain menjadi solusi modern, invoice digital juga mempermudah dokumentasi, pelacakan, dan pengelolaan pembayaran bisnis.

Kira-kira seberapa besar perbedaan dan keunggulannya dibanding invoice manual? Sebelum mengetahui cara membuat invoice digital, ada baiknya kita pahami dulu perbedaan invoice manual dengan digital.

Ilustrasi Invoice Digital

Perbedaan Invoice Manual dengan Digital

Meskipun tampak sederhana, terdapat beberapa faktor yang membedakan invoice manual dengan digital. Perbedaan ini dapat dilihat dari segi penulisan, penyimpanan, aksesibilitas, dan risiko kesalahan.

1. Penulisan

Invoice manual biasanya ditulis tangan atau dibuat dengan Excel sehingga Anda harus melakukan input secara manual. Metode ini meningkatkan risiko kesalahan penulisan, perhitungan pajak, hingga layout yang kurang profesional. 

Sebaliknya, invoice digital dibuat secara otomatis dengan template yang sudah disediakan oleh sistem. Ini membuatnya tampak lebih rapi dan minim kesalahan.

2. Penyimpanan

Invoice manual biasanya akan disimpan dalam map atau rak arsip. Padahal, penyimpanan file fisik ini meningkatkan risiko kehilangan, kerusakan, atau kesalahan organisir yang cukup tinggi.

Berbeda dengan invoice digital yang disimpan dalam layanan cloud. Selain tidak mudah rusak dan hilang, Anda juga bisa mengaksesnya kapan pun dan di manapun.

3. Aksesibilitas

Saat menggunakan invoice manual, Anda harus mencari dokumen fisik tersebut. Proses ini akan memakan banyak waktu dan tenaga, apalagi jika Anda memiliki arsip dalam jumlah yang besar.

Sedangkan invoice digital dapat ditemukan dengan mudah–baik melalui laptop maupun handphone. Dengan ini, Anda bisa mengambil keputusan atau mendapatkan konfirmasi secara lebih cepat.

4. Risiko Kesalahan

Penggunaan invoice manual memiliki beberapa risiko seperti salah hitung, duplikasi data, atau penulisan tanggal yang tidak sesuai. 

Berbeda dengan invoice digital yang hadir dengan sistem otomatis. Sistem ini akan menghitung nominal secara akurat dan meminimalisir potensi kesalahan input.

Keunggulan Invoice Digital dalam Bisnis

Meskipun menjadi sebuah tren teknologi, ingatlah bahwa sistem invoice digital juga menjadi solusi untuk efisiensi dan profesionalisme bisnis. Berikut adalah beberapa keunggulan sistem ini bagi bisnis:

1. Lebih Cepat dan Efisien

Dengan sistem digital, Anda hanya perlu melakukan beberapa klik untuk membuat dan mengirim invoice. Tidak perlu lagi membuat dokumen dari awal setiap kali melakukan penagihan. Selain itu, menggunakan template modern juga menambah kesan profesional sehingga meningkatkan kepercayaan klien.

2. Terintegrasi Otomatis

Invoice yang dibuat secara digital dapat dihubungkan langsung ke sistem akuntansi–seperti solusi akuntansi dari Odoo. Anda tidak perlu lagi melakukan input ulang data keuangan sehingga mempercepat proses pelaporan keuangan.

Invoice Digital Mudah Dilacak

3. Mudah Dilacak

Setiap invoice digital memiliki histori pengiriman, pembukaan oleh klien, dan status pembayarannya. Dengan ini, Anda bisa mengetahui kapan invoice tersebut dikirim, dibuka, dan apakah sudah dibayar atau belum secara real-time.

4. Mengurangi Penggunaan Kertas

Dengan menggunakan invoice digital, Anda dapat mengurangi kebutuhan cetak kertas. Selain ramah lingkungan, Anda juga tidak perlu mengeluarkan biaya operasional untuk membeli tinta, printer, dan tempat penyimpanan.

5. Aman dan Terenkripsi

Invoice digital yang tersimpan di cloud umumnya sudah dilindungi oleh sistem enkripsi dan backup otomatis. Dengan ini, Anda tidak perlu takut kehilangan data meskipun ada permasalahan pada perangkat yang digunakan.

Dampak Tidak Menggunakan Invoice Digital

Dalam konteks pengelolaan keuangan modern, sistem invoice manual bisa menjadi hambatan yang besar. Berikut adalah beberapa risikonya:

1. Proses Lambat

Pembuatan dan pengiriman invoice secara manual akan membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak. Ini disebabkan karena Anda harus mengetik ulang informasi, mencetak, lalu mengirimkannya melalui pos atau kurir.

2. Kesalahan Manual

Ada beberapa proses yang cukup berisiko jika dikerjakan secara manual, seperti perhitungan diskon, pajak, atau totalnya. Padahal, nominal invoice yang salah akan menyebabkan kesalahan penagihan atau kerugian finansial.

3. Kurang Kredibel

Dokumen invoice yang terlihat kurang rapi, tidak profesional, atau tidak memiliki logo bisnis dapat menurunkan kesan profesionalisme. Ini bahkan membuat bisnis Anda bukanlah salah satu bisnis yang terpercaya.

4. Sulit Dilacak

Tanpa adanya sistem invoice digital, Anda harus mencari invoice satu per satu jika klien menanyakan statusnya. Selain menyebabkan keterlambatan, proses ini juga memunculkan rasa frustasi.

5. Biaya Operasional Lebih Tinggi

Pembuatan invoice manual membutuhkan beberapa jenis biaya, seperti biaya cetak dokumen, pembelian alat tulis, dan pengiriman invoice fisik. Ini akan meningkatkan pengeluaran yang harus dikeluarkan bisnis.

6. Tidak Ramah Lingkungan

Terakhir, sistem invoice berbasis kertas menjadi salah satu penyumbang limbah kertas yang besar. Jika dibiarkan, limbah-limbah ini akan merugikan lingkungan dalam jangka panjang.

Cara Membuat Invoice Digital

Invoice digital tidak hanya praktis, tetapi juga mudah dibuat bahkan oleh pemula sekalipun. Berikut langkah-langkah yang harus Anda ikuti:

1. Pilih Platform atau Aplikasi

Gunakan aplikasi khusus seperti Invoice Ninja, Jurnal, Zoho Invoice, atau Odoo Invoicing. Pilihlah platform yang menyediakan template profesional dan bisa terintegrasi dengan sistem keuangan bisnis.

2. Masukkan Data Usaha

Isilah nama bisnis, alamat lengkap, nomor telepon, email, dan logo perusahaan. Data ini akan otomatis muncul di setiap invoice yang Anda buat dan menambah kredibilitasnya.

3. Tambahkan Detail Klien

Selanjutnya, masukkan juga nama lengkap perusahaan atau orang yang dituju beserta alamat dan email mereka. Selain membuat invoice tampak lebih personal, risiko kesalahan pengiriman invoice juga dapat diminimalisir.

4. Tulis Item dan Harga

Masukkan nama produk atau jasa, kuantitas, harga satuan, pajak (jika ada), dan total pembayaran. Pastikan semua data ini sudah sesuai dengan kesepakatan untuk menghindari komplain.

5. Sertakan Tanggal dan Termin Pembayaran

Cantumkan juga tanggal invoice dan tanggal jatuh tempo pembayaran dengan jelas. Klien Anda akan mengetahui jelas kapan batas waktu pembayarannya dan mencegah keterlambatan.

Kirim dan Simpan Invoice

6. Kirim dan Simpan

Setelah mengisi semua data di atas, Anda bisa langsung mengirimkan invoice ini ke email klien. Jangan lupa untuk simpan salinan digitalnya di cloud atau sistem manajemen dokumen Anda untuk memudahkan pelacakan.

Optimalkan Pengelolaan Keuangan Bisnis Anda dengan Digivoz!

Itulah keunggulan dan cara membuat invoice digital dengan mudah. Dari berbagai risiko dan keuntungan yang dibahas di atas, disimpulkan bahwa solusi invoice digital menjadi hal yang perlu dipertimbangkan.

Dengan invoice digital, Anda bisa mempercepat proses penagihan, meningkatkan profesionalisme, mengurangi kesalahan, dan menjaga kerapian manajemen finansial bisnis.

Ingin melakukan transformasi digital dalam bisnis? Percayakan Digivoz sebagai partner Anda! Sebagai mitra resmi Odoo di Indonesia, kami menawarkan sistem ERP Odoo yang fleksibel dan terintegrasi.

Dalam solusi ini, proses digital invoicing telah terintegrasi penuh dengan sistem keuangan, penjualan, dan laporan bisnis. Mulai dari pembuatan hingga pelacakan pembayaran, semuanya bisa dilakukan dalam satu platform saja!

Mari optimalkan operasional bisnis Anda sekarang dengan ERP Odoo kami. Segera konsultasikan kebutuhan digitalisasi bisnis Anda bersama Digivoz!

Scroll to Top