5 Jenis Ancaman Cloud Computing dan Cara Menguranginya

Banyak bisnis sudah memindahkan data dan aplikasi ke layanan cloud karena dianggap lebih praktis, fleksibel, dan hemat biaya.

Namun di balik kemudahannya, mereka belum sadar bahwa ada ancaman cloud computing yang perlu diwaspadai.

Jika tidak diantisipasi sejak awal, ancaman-ancaman ini bisa mengancam data privasi, operasional, dan reputasi perusahaan.

Sebelum mengetahui setiap ancaman cloud computing ini, mari pelajari alasan kenapa Anda perlu mewaspadai ancaman cloud computing.

Mengapa Ancaman Cloud Computing Perlu Diwaspadai?

Anda perlu mewaspadai ancaman cloud computing ini karena beberapa alasan, yaitu data yang disimpan secara digital, bisa diakses banyak pihak, dan sangat tergantung pada koneksi internet.

  • Data Disimpan Online: Data di cloud lebih rentan menjadi target serangan siber karena tersimpan secara online dan bisa dicuri jika perlindungan keamanannya lemah.
  • Akses dari Banyak Pihak: Sistem cloud biasanya dapat diakses banyak pengguna dan vendor sehingga risiko kebocoran meningkat jika Anda tidak mengelola kontrol aksesnya dengan ketat.
  • Ketergantungan pada Internet: Umumnya, layanan cloud sangat bergantung pada internet sehingga gangguan atau serangan jaringan dapat langsung menghambat akses sistem bisnis.

Faktor Penyebab Ancaman Cloud Computing

Ada beberapa faktor yang memungkinkan terjadinya ancaman cloud computing, antara lain konfigurasi yang lemah, tidak adanya kontrol akses, dan minimnya monitoring sistem.

1. Pengaturan Keamanan Lemah

Konfigurasi sistem yang masih default meninggalkan banyak celah keamanan, seperti tidak adanya pembatasan port, jaringan atau lapisan proteksi tambahan. Ini membuat sistem Anda lebih rentan untuk dieksploitasi.

2. Kurangnya Kontrol Akses

Hak akses sistem yang tidak terkontrol membuat setiap penggunanya bisa melihat atau mengubah data yang kurang relevan dengannya. Tanpa adanya prinsip least privilege, risiko terjadinya penyalahgunaan akun juga semakin tinggi.

3. Minim Monitoring Sistem

Jika tidak melakukan monitoring secara aktif, Anda bisa saja melewatkan beberapa aktivitas mencurigakan. Akibatnya, insiden ini baru terdeteksi ketika sudah sangat merugikan bisnis.

Jenis Ancaman Cloud Computing

Berikut adalah beberapa jenis ancaman cloud computing yang sering terjadi pada bisnis, yaitu kebocoran data akses tidak sah, kesalahan konfigurasi serangan malware, dan gangguan layanan bisnis.

1. Kebocoran Data

Kebocoran Data

Kebocoran data umumnya terjadi ketika informasi penting bisnis–seperti data pelanggan atau keuangan–terekspos ke pihak yang tidak berwenang. Ancaman ini bisa terjadi karena kesalahan konfigurasi atau kontrol akses yang longgar.

2. Akses Tidak Sah

Akses Tidak Sah

Pelaku serangan siber bisa mendapatkan akun yang diretas atau kredensial yang dicuri untuk masuk ke sistem cloud bisnis. Jika tidak ada proteksi tambahan seperti MFA, mereka bisa saja menyalin, mengubah, atau menghapus data penting Anda.

3. Kesalahan Konfigurasi

Kesalahan Konfigurasi

Rata-rata insiden siber pada cloud terjadi karena kesalahan konfigurasi pada bucket, database, atau firewall cloud. Jika dibiarkan, seluruh resource cloud Anda dapat terekspos secara publik.

Umumnya, kesalahan ini terjadi pada bisnis yang jjarang melakukan review atau audit konfigurasi.

4. Serangan Malware

Serangan Malware

Malware bisa masuk melalui file, container atau workload yang kurang aman. Saat dijalankan di lingkungan cloud, malware ini bisa mencuri data atau merusak sistem Anda.

5. Gangguan Layanan

Gangguan Layanan

Layanan bisnis yang sulit diakses dapat disebabkan karena adanya serangan DDoS, kesalahan konfigurasi, atau overload resource. Jika tidak segera ditangani, aktivitas pengunjung dan produktivitas tim Anda akan terganggu.

Dampak Ancaman Cloud Computing bagi Bisnis

Saat mengalami ancaman cloud computing, Anda berpotensi mendapatkan beberapa kerugian di bawah ini, mulai dari kehilangan data, terganggunya operasional, kerugian finansial, dan penurunan reputasi.

  • Kehilangan Data Penting: Insiden keamanan cloud dapat menyebabkan hilangnya data-data penting yang mengganggu operasional dan pengambilan keputusan bisnis.
  • Operasional Terganggu: Serangan atau gangguan cloud dapat menghentikan layanan utama perusahaan karena tiim tidak bisa mengakses sistem yang dibutuhkan.
  • Kerugian Finansial: Saat terjadi ancaman cloud computing, bisnis perlu mengeluarkan biaya pemulihan, denda, dan kehilangan peluang pendapatan.
  • Reputasi Menurun: Kebocoran data di cloud dapat menurunkan kepercayaan pelanggan dan merusak citra perusahaan.

Cara Mengurangi Risiko Ancaman Cloud Computing

Untuk meminimalisir terjadinya ancaman cloud computing di atas, Anda perlu menerapkan beberapa hal berikut:

1. Pengaturan Akses yang Ketat

Terapkan prinsip least privilege untuk setiap akun pengguna dan rotasi kredensial secara berkala.

Selain itu, Anda juga perlu menerapkan multi-factor authentication untuk verifikasi pengguna akun dan melakukan review akses ini secara rutin.

2. Enkripsi Data

Gunakan enkripsi untuk melindungi data ketika disimpan dan dikirim ke perangkat lainnya. Dengan enkripsi, data bisnis Anda tetap tidak terbaca meskipun berhasil diambil pelaku siber. Pastikan juga untuk mengelola key management secara aman.

3. Monitoring Keamanan Rutin

Aktifkan logging dan alert di seluruh resource cloud dan pantaulah melalui dashboard monitoring untuk mendeteksi anomali sejak dini.

Anda juga bisa menggabungkan praktik ini dengan review log secara berkala agar serangan ini bisa dicegah sebelum membesar.

4. Edukasi Pengguna Cloud

Banyak insiden yang berasal dari human error, bukan teknologi. Untuk mencegah ini, berikan pelatihan keamanan cloud kepada tim Anda.

Hal ini memungkinkan agar mereka terhindar dari kesalahan konfigurasi dan penyalahgunaan akses yang diberikan, baik sengaja atau tidak.

Lindungi Cloud Bisnis Anda Sebelum Terlambat!

Itulah berbagai jenis ancaman cloud computing yang perlu Anda waspadai. Meskipun tidak bisa dihindari sepenuhnya, Anda tetap bisa meminimalisir kerugian bisnis dengan strategi yang tepat, kontrol berlapis, dan monitoring berkelanjutan.

Untuk menerapkan manajemen kerentanan sistem Anda dengan rutin, percayakan urusan pengawasan ini kepada Digivoz. Sebagai salah satu penyedia jasa cyber security as a service, kami dapat menyusun strategi ketahanan yang lebih baik dan terintegrasi.

Tim ahli kami juga akan merekomendasikan solusi digital apa saja yang cocok dengan kebutuhan dan budget agar bisnis Anda siap menghadapi tantangan apapun di masa depan.

Segera hubungi kami sekarang atau isi form konsultasi berikut untuk mendapatkan layanan audit keamanan menyeluruh!

Scroll to Top